WhatsApp


Dirut PTAM Jayapura Berharap SPAM Siborgonji Segera Beroperasi

Bagikan Berita Bagikan ke Facebook Bagikan Tweet ke Twitter Bagikan ke LinkedIn Bagikan ke WhatsApp

Humas PTAM Jayapura (Perseroda) - Menindaklanjuti pembangunan SPAM Siborgonji yang sempat terhenti pada tahun 2024, PTAM Jayapura (Perseroda) menemui Komisi IV DPR Papua guna berkoodinasi perihal teknis penyelesaian pekerjaan ke depannya. Direktur Utama PTAM Jayapura (Perseroda) Dr. Entis Sutisna, SE, MAk, MM, Ak, CA bersama Direktur Umum Syors H. Ondi, SE dan Direktur Teknik Yan P. Nasadit, ST serta beberapa manajer teknis menemui Ketua Komisi IV DPR Papua Joni Y. Betaubun, SH, MH dan anggotanya, membahas kelanjutan SPAM Siborgonji. Dengan potensi produksi sebanyak 100 liter per detik, Direktur Utama berharap SPAM Siborgonji bisa segera beroperasi pada tahun 2027 mendatang.

"Meskipun pekerjaan sempat terhenti, kita berharap pembangunan jaringan pipa dan sumber air Siborgonji dapat segera dilanjutkan dan DPR Papua berharap segera dapat dituntaskan," kata Ketua Komisi IV DPR Papua Joni Y. Betaubun, SH, MH, pada rapat bersama PTAM Jayapura (Perseroda) dan Dinas PUPR Provinsi Papua, pada Rabu (6/5).

Sementara itu, Direktur Utama PTAM Jayapura (Perseroda) Dr. Entis Sutisna, SE, MAk, MM, Ak, CA berharap di tahun 2026, pembangunan bisa dilanjutkan untuk pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan pembangunan intake Siborgonji. "Perusahaan berharap dapat terus bersinergi agar dapat menyelesaikan tantangan pembangunan di kemudian hari, seperti pemalangan di area pembangunan SPAM yang terjadi pada 2024 lalu, yang dimediasi oleh Ketua Komisi IV DPR Papua. Perusahaan sudah menyiapkan anggaran untuk hak ulayat adat sebesar Rp 500 juta agar pembangunan terbebas dari kendala non teknis," katanya.

SPAM Siborgonji menjadi alternatif sumber air baru yang dapat menyokong produksi untuk pelayanan di wilayah Abepura dan Jayapura Selatan. Nantinya, pelayanan dari intake Siborgonji dapat berkontribusi memberikan suplai 100 liter per detik. Kendala non teknis yang terjadi, berdampak pada pembangunan yang macet di tengah tahun anggaran berjalan, diharapkan atas dukungan Pemerintah Provinsi Papua dan Komisi IV DPR Papua dapat menyelesaikan rencana pembangunan SPAM yang telah tertunda selama 2 tahun tersebut.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Papua Indra Rerungan mengatakan pembangunan SPAM akan dilanjutkan setelah dilakukan review design anggaran. Penyesuaian ini terjadi setelah dampak pemalangan di tahun 2024 yang menyebabkan pekerjaan terhenti, dan dampak efisiensi anggaran Pemerintah Pusat di tahun 2025. "Diharapkan pada anggaran perubahan di tahun 2026, pembangunan dapat dilanjutkan yang paling lambat tahun 2027 di mana nilai anggaran akan disesuaikan kemudian," katanya. (Humas)