
PTAM Jayapura Realisasikan Pemasangan SR Bagi Warga di Komplek RSJD Abepura
Humas PTAM Jayapura (Perseroda) - Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Abepura menyampaikan aduan pelanggan, terkait 35 Sambungan Rumah (SR) yang menumpang memanfaatkan ground reservoir milik rumah sakit. Hal itu berdampak pada tagihan rekening air RSJD Abepura yang menbengkak dan pelayanan kesehatan yang terganggu karena pemanfaatan pasokan air oleh warga di sekitar rumah sakit. Direktur Utama PTAM Jayapura (Perseroda) Dr. Entis Sutisna, SE, MAk, MM, Ak CA bersama Direktur Teknik Yan P. Nasadit, ST, Kepala Cabang Abepura Ali, S.Ag dan Direktur RSJD Abepura dr. Edyson Marsahala Lumbang Gaol meninjau langsung jaringan SR milik warga yang tinggal di sekitar komplek rumah sakit.
"Saya mendapatkan aduan dari Direktur Rumah RSJD Abepura berkaitan dengan pelayanan distribusi air. Aduan tersebut adalah adanya 35 Kepala Keluarga (KK) yang memanfaatkan reservoir RSJD Abepura untuk kebutuhan sehari-hari. Penggunaan air oleh warga di sekitar komplek rumah sakit, seharusnya menjadi tanggung jawab RSJD. Namun, demi peningkatan pelayanan distribusi air sebagaimana dimohonkan pihak RSJD, maka kami akan melakukan pembenahan jaringan di mana reservoir milik RSJD tidak boleh diganggu oleh masyarakat," kata Direktur Utama PTAM Jayapura Dr. Entis Sutisna, SE, MAk, MM, Ak CA saat meninjau pelayanan air bersih di sekitar komplek RSJD Abepura, Kamis (4/6).
Dalam tinjauan ke lokasi perumahan warga di sekitar komplek RSJD Abepura, Direktur Utama setelah mencapai kesepahaman dengan Direktur RSJD Abepura akan membangun ground reservoir khusus bagi 35 KK dan akan menjadi pelanggan. Pelayanan distribusi air bersih bagi pelanggan di sekitar rumah sakit akan diresmikan menjadi pelanggan PTAM Jayapura (Perseroda), mengingat tingkat elevasi perumahan warga yang lebih tinggi dari komplek RSJD, maka perlu dibangun reservoir khusus bagi pelanggan yang bermukim di sekitar komplek RSJD.

RSJD Abepura yang merupakan kategori sosial khusus, harus memiliki jaringan dsitribusi air bersih tersendiri. Warga yang memanfaatkan air dari reservoir RSJD nantinya akan dialihkan menjadi pelanggan, agar terdaftar dalam rekening air dan harus memenuhi kewajiban pembayaran setiap bulan. Dengan demikian, pelayanan kesehatan di RSJD Abepura tidak akan terganggu baik dari segi teknis distribusi air maupun tagihan rekening air.
Direktur RSJD Abepura dr. Edyson Marsahala Lumbang Gaol mengatakan, tagihan rekening air di RSJD Abepura yang setiap bulannya mencapai Rp 7 - 9 juta. "Pemakaian kami di RSJD sebenarnya tidak besar atau tidak lebih dari 50% total tagihan rekening air tiap bulannya, ini karena sebanyak 35 KK menyambungkan jaringan pipa di reservoir RSJD yang membebani tagihan. Dengan kehadiran Direktur Utama PTAM Jayapura, kami berterima kasih telah diberikan solusi atas persoalan ini," katanya.
Selanjutnya, aspek administrasi dan teknis seperti pendataan, pembayaran sambungan baru dan instalasi, akan lebih lanjut dilakukan oleh cabang Abepura. Pembenahan jaringan dan pembangunan ground selama proses pendataan pelanggan, tidak akan mempengaruhi pelayanan distribusi air baik pihak RSJD maupun warga setempat. Segera setelah ground reservoir pelanggan telah dibangun, sambungan warga yang awalnya menumpang di reservoir RSJD akan diputus dan dialihkan ke reservoir berekening untuk pelanggan. (Humas)







