
Tukang Ledeng Jayapura Gelar Aksi Tanam Pohon di Sumber Air Kamp Wolker
Humas PTAM Jayapura (Perseroda) - Tukang Ledeng Jayapura menggandeng sejumlah komunitas peduli lingkungan di Kota Jayapura, menggelar aksi tanam 300 bibit pohon, menyambut HUT ke-34 PTAM Jayapura (Perseroda) di intake Kampwolker. Direktur Utama PTAM Jayapura (Perseroda) Dr. Entis Sutisna, SE, MAk, MM, Ak, CA bersama Direktur Umum Syors H. Ondi, SE dan Direktur Teknik Yan P. Nasadit, ST membuka langsung aksi tanam pohon sebagai agenda rutin tahunan, untuk menjaga fungsi catchment area dan upaya penghijauan hutan Cyclops. Komunitas peduli lingkungan yang turut berpartisipasi dalam aksi tersebut antara lain Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Cenderawasih, Universitas Muhammadiyah Papua, Universitas Yapis Papua, Komunitas Tuli Jayapura dan Komunitas Lintas Kejadian Kabupaten / Kota Jayapura.
"Ada dua kegiatan yang dilakukan pada hari ini, yang pertama adalah penanaman pohon dan yang kedua adalah meninjau kondisi terkini intake Kampwolker. Sekaligus memetakan kebutuhan untuk rehabilitasi fasilitas SPAM di area sumber air hutan Cyclops. Menyambut HUT ke-34 PTAM Jayapura (Perseroda), Program Direksi antara lain, bersinergi dengan komunitas peduli lingkungan di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura untuk bersinergi dalam agenda bulan menanam," kata Direktur Utama PTAM Jayapura (Perseroda) Dr. Entis Sutisna, SE, MAk, MM, Ak, CA di intake Kamp Wolker, Jumat (12/6).
Aksi tanam pohon, selain akan dijadikan agenda rutin bulanan, juga sebagai momentum berkolaborasi dengan komunitas peduli lingkungan baik di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, untuk menjaga kelestarian 23 sumber air yang dikelola PTAM Jayapura (Perseroda). Direktur Utama berharap, peran tukang ledeng Jayapura juga tak lepas dalam merawat bibit pohon agar tumbuh kokoh, menahan dan menjadi pagar alam di sumber air, serta menopang SPAM agar pelayanan distribusi air terus berjalan. Direktur Utama juga menginstrusikan bagian teknik untuk segera merencanakan rehabilitasi intake Kamp Wolker, agar dapat memaksimalkan penampungan air.
"Daya dukung lingkungan di kaki gunung Cyclops sangat dipengaruhi oleh pepohonan sebagai tangkapan air di Daerah Aliran Sungai (DAS). Jika ekosistem di kaki gunung Cyclops tidak didukung jumlah pepohonan yang cukup, maka potensi terjadinya tanah longsor akan sangat besar, serta akan berdampak pada SPAM dan pelayanan distribusi air. Minimnya pepohonan di DAS Kampwolker dan Kojabu berdampak material pasir dan bebatuan yang menumpuk di area sumber air. Aksi tanam dan rawat pohon yang dilaksanakan tukang ledeng Jayapura berkolaborasi dengan komunitas peduli lingkungan, akan menjadi komitmen bersama dalam menjaga kelestarian gunung Cyclops," katanya. (Humas)







